Blade Battery BYD Dibongkar Paksa, Rahasia Paket 170 Sel Terungkap

Otomotif121 Views

Blade Battery BYD Dibongkar Paksa, Rahasia Paket 170 Sel Terungkap Blade Battery generasi kedua milik BYD ramai dibicarakan setelah sebuah tim pembongkar otomotif di China menayangkan proses pembongkaran paket baterai secara ekstrem. Baterai itu digerinda, dipotong, dipukul, hingga dibongkar berjam jam, tetapi tetap tidak terbakar dan tidak meledak. Tayangan tersebut kemudian memunculkan perdebatan luas karena memperlihatkan betapa kuatnya struktur baterai mobil listrik modern, sekaligus membuka pertanyaan tentang kemudahan perbaikan dan daur ulang.

Pembongkaran Ekstrem yang Membuat Publik China Heboh

Perhatian publik tertuju pada proses pembongkaran yang tidak biasa. Tim penguji menggunakan peralatan berat untuk membuka paket baterai Blade generasi kedua. Dalam laporan CarNewsChina, paket baterai itu tetap bertahan meski mengalami pemotongan, gerinda, pukulan, dan proses bongkar yang panjang tanpa muncul api atau ledakan.

Tayangan tersebut cepat menyebar karena baterai mobil listrik selama ini sering dikaitkan dengan isu keselamatan. Banyak orang ingin mengetahui apa yang terjadi ketika baterai diperlakukan secara kasar, terutama pada produk yang membawa nama besar BYD. Hasilnya membuat banyak warganet terkejut karena struktur baterai terlihat sangat sulit dibuka.

Tim pembongkar kemudian merilis penjelasan lanjutan setelah muncul tudingan bahwa metode uji mereka tidak netral. Mereka membantah tuduhan manipulasi kondisi pengujian dan menegaskan bahwa beberapa langkah dilakukan untuk memahami struktur baterai secara lebih mendalam.

Dibekukan 40 Jam Sebelum Dibuka

Sebelum dibongkar, paket baterai tersebut disebut lebih dulu disimpan dalam ruang dingin sekitar 40 jam. Langkah ini dilakukan agar perekat struktural menjadi lebih rapuh sehingga proses pembongkaran bisa dilakukan. Namun, cara itu ternyata tidak cukup membuat baterai mudah dibuka.

Tim pembongkar menyebut mereka tetap harus membuka struktur luar secara destruktif. Pemanasan dan bahan kimia pelepas perekat tidak dipakai karena dinilai berisiko digunakan di dekat sel baterai yang masih utuh. Kondisi ini menunjukkan bahwa perekat di dalam paket baterai BYD tidak hanya berfungsi menempelkan komponen, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan struktur.

Bagi tim yang mengaku pernah membongkar lebih dari 20 paket baterai kendaraan listrik, Blade Battery generasi kedua disebut sebagai paket baterai paling sulit dibuka. Pernyataan ini menjadi sorotan karena memperlihatkan arah desain baterai yang makin menyatu dengan struktur kendaraan.

Tidak Terbakar Meski Dipotong dan Dipukul

Bagian yang paling banyak dibicarakan adalah ketahanan baterai saat mengalami perlakuan kasar. Pada tayangan yang beredar, baterai tidak memperlihatkan asap, api, atau ledakan meski dibuka dengan cara yang keras. Laporan Beritasatu yang mengutip CarNewsChina juga menulis bahwa proses pembongkaran berlangsung sekitar enam sampai delapan jam.

Ketahanan ini menjadi bahan pembicaraan karena BYD sejak awal memasarkan Blade Battery sebagai salah satu teknologi baterai yang mengutamakan keamanan. Desain sel panjang dan kimia LFP dikenal memiliki stabilitas termal lebih baik dibanding beberapa jenis baterai lain yang umum dipakai pada kendaraan listrik.

Meski begitu, uji bongkar paksa tidak otomatis sama dengan standar pengujian keselamatan resmi. Proses ini lebih tepat dipandang sebagai pembongkaran publik yang memperlihatkan struktur fisik baterai dan reaksi awal ketika baterai diperlakukan secara kasar. Penilaian keselamatan tetap perlu merujuk pada pengujian resmi dan data teknis pabrikan.

Struktur 170 Sel Jadi Temuan Utama

Pembongkaran tersebut mengungkap bahwa paket baterai memiliki 170 sel yang tersusun seri. Di bagian depan dan belakang terdapat ruang tegangan tinggi yang dipisahkan dalam struktur paket. Tim juga menemukan struktur penguat internal berbentuk aksara China “目” yang membagi ruang baterai menjadi beberapa bagian.

Struktur seperti ini memperlihatkan bahwa baterai tidak hanya dirancang sebagai penyimpan energi. Paket baterai juga berperan sebagai bagian dari kekuatan kendaraan. Pada mobil listrik generasi baru, baterai kerap ditempatkan di lantai kendaraan sehingga ikut membantu kekakuan bodi.

Temuan 170 sel tersebut juga memberi gambaran bahwa BYD merancang paket ini dengan kepadatan dan susunan yang sangat terukur. Semakin padat susunan baterai, semakin besar tuntutan terhadap pendinginan, kabel, sensor, dan sistem pengawasan suhu.

Perekat Struktural Jadi Kunci Kekakuan

Salah satu bagian yang paling disorot dari pembongkaran adalah penggunaan perekat dalam jumlah besar. Perekat terlihat berada di sekitar modul, busbar, tab, kabel sinyal, dan sejumlah titik struktur. Tim pembongkar menilai perekat ini meningkatkan kesulitan pembongkaran secara signifikan.

Dari sisi kekuatan, penggunaan perekat dapat membantu membuat paket baterai lebih kaku dan solid. Namun, dari sisi servis, hal ini bisa menyulitkan. Jika sebuah komponen kecil bermasalah, teknisi mungkin tidak bisa menggantinya dengan mudah tanpa merusak bagian lain.

Inilah yang membuat pembahasan tentang Blade Battery generasi kedua tidak berhenti pada soal ketahanan. Banyak pengamat kemudian menyoroti apakah baterai seperti ini akan mudah diperbaiki setelah kecelakaan, bagaimana proses daur ulangnya, dan berapa biaya yang harus ditanggung pemilik mobil bila kerusakan terjadi pada struktur paket.

Sistem Pendingin Langsung Berbasis Refrigeran

Tim pembongkar juga menyoroti sistem pendingin langsung berbasis refrigeran. Pendekatan ini memakai perubahan fase refrigeran untuk memindahkan panas dan mengurangi kebutuhan beberapa komponen sirkulasi tambahan. Dalam laporan CarNewsChina, desain aliran pendingin disebut tampak dibuat untuk mengurangi ketimpangan suhu.

Sistem pendinginan sangat penting pada baterai dengan kemampuan pengisian cepat. Saat arus listrik besar masuk ke baterai, panas meningkat dan harus dikendalikan. Jika suhu tidak merata, umur sel dapat terganggu dan performa pengisian bisa turun.

Tim pembongkar juga menyampaikan pertanyaan tentang pemerataan pendinginan pada pengisian cepat berulang, karena refrigeran memiliki kapasitas panas berbeda dibanding cairan pendingin tertentu. Namun, laporan itu menegaskan belum ada validasi independen terkait pengaruh jangka panjang dari temuan tersebut.

Bobot Paket Baterai Mencapai 572 Kilogram

Data pengukuran yang dibuka dalam pembongkaran menyebut paket baterai memiliki bobot sekitar 572 kilogram. Tim memperkirakan kepadatan energi level paket berada di kisaran 132 Wh per kilogram, sementara kepadatan energi level sel sekitar 179,6 Wh per kilogram. Efisiensi integrasi paket diperkirakan sekitar 73,6 persen.

Angka ini memberi gambaran bahwa paket baterai mobil listrik bukan komponen ringan. Bobot ratusan kilogram harus disatukan dengan sasis, sistem pendingin, kabel tegangan tinggi, pelindung bawah, dan struktur kabin. Karena itu, setiap keputusan desain baterai akan berhubungan langsung dengan bobot kendaraan, jarak tempuh, performa, dan biaya produksi.

Pada bagian bawah baterai, tim menemukan lapisan pelindung berbahan fiberboard. Mereka menyebut material itu lebih berfungsi sebagai perlindungan struktural, bukan sebagai komponen utama pengatur panas.

Blade Battery Generasi Kedua Diklaim Makin Cepat Diisi

Blade Battery generasi kedua bukan hanya dibicarakan karena dibongkar paksa. Teknologi ini sebelumnya diperkenalkan BYD sebagai pembaruan besar pertama dalam enam tahun. Reuters melaporkan bahwa baterai baru tersebut dapat diisi dari 20 persen sampai 97 persen dalam waktu kurang dari 12 menit, bahkan pada suhu minus 20 derajat Celsius.

BYD juga menyebut baterai ini mampu memberikan jarak tempuh hingga 777 kilometer. Untuk model premium seperti Denza Z9GT dan Yangwang U7, jarak tempuh disebut dapat melewati 1.000 kilometer dalam standar uji China.

Kecepatan pengisian seperti ini menjadi salah satu jualan utama BYD di pasar China. Perusahaan juga menyiapkan jaringan Flash Charging dengan target 20.000 stasiun pada akhir 2026, termasuk 2.000 titik di jalan raya.

Bukan Sekadar Baterai, Tetapi Senjata Persaingan BYD

Peluncuran Blade Battery generasi kedua hadir saat persaingan mobil listrik China sangat ketat. Reuters mencatat BYD memperkenalkan lebih dari 10 model yang memakai baterai baru tersebut dengan harga mulai 155.000 yuan sampai 1,3 juta yuan.

Langkah itu menunjukkan bahwa BYD ingin menjadikan baterai sebagai pembeda utama dari para pesaing. Di pasar China, produsen mobil listrik tidak hanya bersaing melalui harga. Mereka juga berlomba menawarkan jarak tempuh, pengisian cepat, fitur keselamatan, dan kenyamanan.

Namun, analis yang dikutip Reuters menilai pembaruan teknologi belum tentu langsung mengembalikan penjualan BYD di pasar domestik. Konsumen China disebut makin mencari pilihan yang lebih terjangkau, sementara persaingan dari Geely, Volkswagen, dan merek lain semakin terasa.

Keamanan dan Kemudahan Servis Jadi Dua Sisi yang Berbeda

Pembongkaran paksa di China memperlihatkan dua sisi yang sama sama penting. Di satu sisi, paket baterai tampak kuat dan tidak mudah bereaksi berbahaya ketika diperlakukan kasar. Di sisi lain, struktur yang sangat menyatu dan penuh perekat membuat pembongkaran menjadi rumit.

Bagi konsumen, kekuatan baterai tentu menjadi kabar baik. Mobil listrik membutuhkan paket baterai yang aman, kuat, dan tahan terhadap tekanan pemakaian harian. Namun, konsumen juga berhak bertanya tentang biaya perbaikan bila kendaraan mengalami benturan bagian bawah atau kecelakaan.

Pada industri kendaraan listrik, baterai merupakan komponen paling mahal. Jika desain terlalu sulit diperbaiki, bengkel resmi bisa lebih sering memilih penggantian paket besar ketimbang memperbaiki bagian kecil. Hal ini dapat membuat biaya klaim asuransi dan perawatan meningkat.

Daur Ulang Baterai Ikut Jadi Sorotan

Selain servis, daur ulang menjadi pembahasan penting. Baterai mobil listrik memiliki material bernilai tinggi yang perlu diproses ulang ketika masa pakainya selesai. Jika paket baterai terlalu sulit dibongkar, proses pemisahan material dapat menjadi lebih mahal dan lebih lambat.

Pada Blade Battery generasi kedua, penggunaan perekat besar dan integrasi struktur membuat proses bongkar memerlukan peralatan serta prosedur khusus. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi pelaku daur ulang jika jumlah kendaraan listrik meningkat pesat.

Namun, pendekatan baterai yang kuat juga punya alasan teknis. Produsen ingin membuat paket lebih aman, lebih padat, dan lebih efisien dalam ruang kendaraan. Persoalannya, desain seperti ini perlu diimbangi dengan rencana servis dan daur ulang yang jelas agar tidak menjadi masalah baru bagi bengkel dan industri pengolahan baterai bekas.

Pelajaran bagi Pasar Mobil Listrik Indonesia

Kejadian di China juga menarik bagi pasar Indonesia karena BYD semakin aktif menjual mobil listrik di Tanah Air. Konsumen Indonesia mulai mengenal BYD lewat berbagai model yang masuk ke segmen berbeda, mulai dari mobil kota sampai SUV listrik.

Pembongkaran Blade Battery generasi kedua memberi bahan pertimbangan bagi pembeli. Mereka tidak hanya perlu melihat jarak tempuh dan waktu pengisian, tetapi juga memahami garansi baterai, jaringan bengkel, kemampuan teknisi, ketersediaan suku cadang, serta prosedur penanganan bila baterai mengalami kerusakan.

Untuk pasar yang masih berkembang seperti Indonesia, dukungan layanan purna jual menjadi sangat penting. Mobil listrik dapat terasa menarik karena biaya energi lebih rendah, tetapi konsumen tetap membutuhkan kepastian ketika komponen besar seperti baterai harus diperiksa atau diperbaiki.

BYD Berhadapan dengan Ekspektasi Publik yang Makin Tinggi

BYD kini berada dalam posisi yang menarik. Di satu sisi, perusahaan dipuji karena mampu menghadirkan teknologi baterai dengan pengisian cepat dan struktur kuat. Di sisi lain, sorotan publik terhadap desain baterai menjadi semakin tajam setelah pembongkaran ekstrem tersebut.

Semakin besar nama BYD, semakin besar pula ekspektasi konsumen terhadap keterbukaan teknis. Publik ingin mengetahui bagaimana baterai bekerja, seberapa aman ketika terjadi kecelakaan, bagaimana cara bengkel menangani kerusakan, dan apakah proses daur ulang bisa dilakukan secara efisien.

Pembongkaran Blade Battery generasi kedua di China akhirnya membuat pembahasan mobil listrik masuk ke bagian yang lebih dalam. Bukan hanya soal akselerasi, layar kabin, atau jarak tempuh, tetapi juga soal isi paket baterai, susunan sel, perekat, pendinginan, bobot, dan kesiapan industri menghadapi mobil listrik yang makin rumit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *